Kamis, 11 April 2013

konsep belajar menurut islam by @solehcool12



MAKALAH
“KONSEP BELAJAR MENURUT ISLAM”
METODOLOGI PEMBELAJARAN





Disusun oleh:
Akhmad Soleh
Dosen Pengampu:
Drs. H. Damhar Abudapes, MSI


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM BAKTI NEGARA
STAIBN-TEGAL
2012
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
1.2       Rumusan Masalah
1.3       Tujuan Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Nikah Siri
2.2 Landasan Hukum Terkait Catatan Pernikahan
BAB III ANALISIS
3.1 Nikah Siri Menurut Hukum Negara
3.2 Nikah Siri Menurut Islam
3.3 Pendapat Berbagai Narasumber Mengenai Nikah Siri
3.4 Hal-Hal Positif yang Didapat dari Penyiaran Pernikahan
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran








BAB I
PENDAHULUAN
KONSEP BELAJAR MENURUT ISLAM
Latar Belakang
Konsep adalah gambaran mental dari obyek, suatu pemikiran, ide, suatu gagasan yangmempunyai derajat kekongkritan, proses ataupun yang diluar bahasa yang digunakan olehakal budi untuk memahami hal-hal lain. Sedangkan belajar adalah suatu usaha sadar yangdilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor untuk memperolehtujuan tertentu.Konsep pendidikan Islam yaitu suatu ide atau gagasan untuk menciptakan manusiayang baik dan bertakwa yang menyembah Allah dalam arti yang sebenarnya, yangmembangun struktur pribadinya sesuai dengan syariah Islam serta melaksanakan segenapaktifitas kesehariannya sebagai wujud ketundukannya pada Tuhan. Dengan cara menanamkannilai-nilai fundamental Islam kepada setiap Muslim terlepas dari disiplin ilmu apapun yangakan dikaji (Fatih Syuhud dalam Sidogiri.com)
 Pendidikan Dalam Sejarah Islam
Penyelenggaraan pendidikan dalam lintasan sejarah Islam telah dimulai oleh Rasulullah saw dan para Khulafa ar-Rasyidin. Rasulullah saw telah menjadikan mengajar  baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar. Pada masa itu nabi Muhammad senantiasa menanamkan kesadaran padasahabat dan pengikutnya akan urgensi ilmu dan selalu mendorong umat untuk senantiasamencari ilmu. Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya banyak hadis yang menjelaskantentang urgensi dan keutamaan (hikmah) ilmu dan orang yang memiliki pengetahuan.Khalifah Umar bin Khattab, secara khusus, mengirimkan ‘petugas khusus’ ke berbagaiwilayah baru Islam untuk menjadi guru pengajar bagi masyarakat Islam di wilayah-wilayahtersebut.Institusi pendidikan Islam yang mulai menggunakan sistem pendidikan ‘modern’ barumuncul dengan berdirinya Perguruan al-Azhar oleh Daulat Bani Fatimiyyah di Kairo padatahun 972 M. Pada al-Azhar, selain dilengkapi dengan perpustakaan dan laboratorium, mulaidiberlakukan sebuah kurikulum pengajaran. Pada kurikulum al-Azhar diajarkan disiplin-disiplin ilmu agama dan juga disiplin-disiplin ilmu ‘umum’ (aqliyyah). Ilmu agama yang adadalam kurikulum al-Azhar antara lain tafsir, hadits, fiqh, qira’ah, teologi (kalam), sedangilmu akal yang ada dalam kurikulum al-Azhar antara lain filsafat, logika, kedokteran,matematika, sejarah dan geografi (Al-Bughury, 2009). Pendapat yang mengatakan bahwa belajar sebagai aktifitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata. Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk selalu malakukan kegiatan belajar.

 Dalam Al-Qur’an, kata Al-Ilm dan turunannya berulang sebanyak 780 kali. Seperti yang termaktub dalam wahyuyang pertama turun kepada baginda Rasulullah SAW yakni Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat inimenjadi bukti bahwa Al-Qur’an memandang bahwa aktivitas belajar merupakan sesuatu yangsangat penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat berupa menyampaikan,menelaah, mencari, dan mengkaji, serta meniliti. Secara faktual, begitu pentingnya ilmu pengetahuan sehingga mewajibkan kepada umat dalam menuntut ilmu ( belajar),sebagaimana dijelaskan Rosulullah SAW dalam sabdanya : Artinya : “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”(HR. IbnuAbdil Bari)Artinya : “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”
Ruang Lingkup Belajar Menurut islam
Adapun ruang lingkup pendidikan secara garis besar dalam konsep islam dibagimenjadi 5, yaitu:1. keimanan2. akhlak 3. intelektual4.fisik 5.psikis
Ciri-Ciri Belajar
Belajar merupakan tindakan siswa yang kompleks. Yang hanya dialami oleh siswa itu sendiri.
 Tujuan Belajar
Belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah. Kompleksitas belajar tersebut dapatdipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan dari guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagaisuatu proses. Siswa mengalami proses mental dan menghadapi bahan belajar. Bahan belajar tersebut berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan bahan yang telahterhimpun dalam buku-buku pelajaran. Dari segi guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang suatu hal. Belajar merupakan proses internal dan kompleks. Yang terlibatdalam proses internal tersebut adalah seluruh mental yang meliputi ranah-ranah kognitif, efektif,dan psikomotorik. Proses belajar yang mengaktualisasikan ranah-ranah tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu.
Dalam firman Allah SWT : “Allah niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat dan Allah mahamengetahui terhadap apa yang kamu lakukan”.(Qs. Al-mujadalah : 11).
Unsur-unsur Belajar 1.pelaku2.tujuan3.proses4.tempat5.syarat terjadi6.ukuran keberhasilan7.faedah8.hasilSiswa yang bertindak belajar/pembelajar Memperoleh hasil belajar/pengalaman hidupInternal pada diri pembelajar Disembarang tempatlajar Motivasi be yang kuatDapat memecahkan masalahMempertinggi martabat pribadiHasil beajar sebagai dampak pengajaran

Artinya: ”Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglahdalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Danapabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikanorang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Arti Penting Belajar menurut Al-Qur’an
Agama islam sangat menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar. Bahkanislam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk belajar. Perlu diketahui bahwasetiap apa yang dikerjakan, pasti dibaliknya terkandung hikmah atau sesuatu yang penting bagi manusia. Beberapa hal penting yang berkaitan dengan belajar antara lain:1.Bahwa orang yang belajar akan mendapatkan ilmu yang dapat digunakan untuk memecahkan segala masalah yang dihadapinya di kehidupan dunia2.Manusia dapat mengetahui dan memahami apa yang dilakukannya karena Allahsangat membenci orang yang tidak memiliki pengetahuan akan apa yangdilakukannya karena setiap apa yang diperbuat akan dimintai pertanggungjawabannya. Dengan ilmu yang dimilikinya, mampu mengangkat derajatnya di mata Allah. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimumulus dan respon. Seseorangdianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya.Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus danoutput yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulusyang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon.( Anonymous.2010.www.wordpress.com. Konsep Pembelajaran Islami).
Konsep Strategi Belajar-Mengajar Yang Islami
Strategi Belajar-Mengajar Menurut Konsep Islami, pada dasarnya sebagai berikut:
1. Proses belajar mengajar dilandasi dengan kewajiban yang dikaitkan dengan niat ibadah kepadaAllah.
2. Konsep strategi belajar mengajar memerlukan kreativitas baik metodologi maupun desain pembelajaran.
3. Mendidik dengan ketauladanan yang baik.
4. Membutuhkan pembiasaan-pembiasaan untuk mencapai hasil yang maksimal.
5. Mengadakan evaluasi6. Dalam proses pembelajaran belajar-mengajar harus diawali dan diakhiri dengan do’a.Dalam Al-Quran, cara belajar yang membutuhkan usaha manusia, sebagaimanadikemukakan ole Najati (2005), dapat melalui meniru(imitasi), coba-coba (trial and eror), ataumelalui pemikiran dan membuat konklusi logis.
Sarana belajar
Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan tidak berpengetahuan, namun Allahmembekali manusia dengan sarana sarana baik fisik maupun psikis, agar manusia dapatmenggunakannya untuk belajar dan mengembangkan ilmu dan teknologi untuk kepentingandan kepentingan manusia.
 Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatuapapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan daya nalar agar kamubersyukur (Qs. An Nahl [16]: 78)
a. Sarana fisik Dalam Al-Quran diantara indra-indra eksternal, hanya mata dan telinga yang seringdisebut keduanya merupakan alat yang utama membantu seseorang untuk melakukankegiatan belajar. Meskipun demikian. Bukan berarti indra eksternal lainnya seperti pencium, peraba dan perasa tidak mepunyai fungsi dalam kegiatan belajar karena adakalanya indra-indra tersebut membantu manusia untuk lebih mudah memahami apa yang mereka pelajari. b. Sarana psikis1) akalAkal dapat diartikan sebagai daya pikir atau potensi intelegensi. Akal sebagai sarana psikis belajar dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 78 dengan kata af-idah. Menurut Quraishshihab af idah berarti ” daya nalar”.2) QalbuQalbu mempunyai dua arti yakni fisik atau metafisik. Dalam arti fisik adalah Jantung(Heart) berupa segumpal daging berbentuk lonjong, terletak dalam rongga dada sebelah kiri.Dalam pengertian non fisik Qalbu iartikan sebagai al-aql (akal), al-lubb (inti; akal), al-dzakirah (ingatan; mental) dan al-quwwqh al-aqilah (daya pikir). Sementara dalam kamus Al-Maurid, Qalb nonfisik diartikan sebagai 1) mind (akal/pikiran), dan 2) secret tought (pikirantersembunyi/rahasia).
Konsep Belajar Menurut Tokoh-Tokoh Islam
1. Al-Ghazali
 Menurut Al-Ghazali proses belajar adalah usaha orang itu untuk mencari ilmu karenaitu belajar itu sendiri tidak terlepas dari ilmu yang akan dipelajarinya. Berkaitan denganilmu, Al-Ghazali berpendapat ilmu yang dipelajari dapat dari dua segi, yaitu ilmu sebagai proses dan ilmu sebagai objek.Pertama, sebagai proses, Al-Ghazali megklasifikasikan ilmu menjadi tiga. Pertamailmu hissiyah (ilmu yang diperoleh melalui pengindraan). Kedua, ilmu Aqliyah (ilmu yangdiperoleh melalui kegiatan berpikir (akal). Ketiga, ilmu Ladunni (ilmu yang langsungdiperoleh dari Allah tanpa berfikir dan proses pengindraan.Kedua, sebagai objek, Al-Ghazali membagi ilmu menjadi tiga macam. Pertama, ilmu pengetahuan yang tercela secara mutlak baik sedikit maupun banyak seperti sihir. Kedua,ilmu pengetahuan yang terpuji baik sedikit maupun banyak. Dan Ketiga, ilmu pengetahuanyang dalam kadar tertentu terpuji tetapi bila mendalaminya tercela seperti ilmu ketuhanan,cabang ilmu filsafat (Wahyuni dan Baharuddin, 2010).Menurut Al-Ghazali ilmu terdiri dari dua jenis, yaitu ilmu kasbi dan ilmu ladunni.Ilmu kasbi adalah cara berfikir sistematik dan metodik yang dilakukan secara konsisten dan bertahapmelalui proses pengamatan, penelitian, percobaan dan penemuan. Ilmu Ladunniadalah ilmu yang diperoleh orang-orang tertentu dengan tidak melalui proses perolehan ilmu pada umumnya tetapi melalui proses pencerahan oleh hadirnya cahaya ilahi dalam qalbu.Menurut Al-Ghazali pendekatan belajar dalam menuntut ilmu dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan ta’lim insani dan ta’lim rabbani (Wahyuni dan Baharuddin,2010)
2. Al-Zarnuji
Konsep pendidikan Al-Zarnuji tertuang dalam karya monumentalnya, kitab ” Ta’limal-Mutallim Thuruq al-Ta’allum” konsep pendidikan yang dikemukakan antara lain:
1.pengertian ilmu dan keutamaannya
2.niat belajar
3.memilih guru, ilmu, teman dan ketabahan dalam belajar.
4.megormati ilmu dan ulama
5.ketekunan, kontuinitas, dan cita-cita luhur
 6. permulaan dan insensitas belajar serta tata tertibnya
7.tawakkal kepada Allah SWT
8.Masa belajar
9.kasih sayang dan memberi nasihat
10.mengambil pelajaran
11.wara’ (menjaga diri dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar.
12. penyebab hafal dan lupa
 masalah rezeki dan ilmu umur Al-Zarnuji membagi ilmu pengetahuan dalam empat kategori. Pertama, ilmu Fardhu’ain yaitu ilmu yang wajib di pelajari oleh setiap muslim individual. Kedua, ilmu fardhu kifayah yaitu ilmu yang kebutuhannya hanya dalam saat-sata tertentu saja, misalnya ilmushalat jenazah. Ketiga, Ilmu haram, yaitu ilmu yang haram untuk dipelajari, seperti ilmunujum. Keempat, ilmu jawas yaitu ilmu yang yang hukum mempelajarinya boleh karena bermanfaat bagi manusia
. BAB IIIPENUTUP3.1

Kesimpulan
Menurut perspektif agama islam, bahwa belajar itu adalah hukumnya wajib bagisetiap umat baik bagi laki-laki muapun perempuan. Agama islam sangat menganjurkankepada manusia untuk selalu belajar. Bahkan islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk belajar. Perlu diketahui bahwa setiap apa yang dikerjakan, pasti dibaliknyaterkandung hikmah atau sesuatu yang penting bagi manusia.3.2

Saran
Untuk membuat pendidikan ini berjalan lebih baik lagi, para siswa harus meningkatkan belajarnya dan aktif ketika pelajaran berlangsung. Dan bagi seorang guru harus menggunakanmetode pengajaran yang lebih baik lagi, ketika pembelajaran berlangsung. Yang membuatsiswa merasa senang di kelas dan menggugah selera siswa untuk lebih rajin dalam belajar  baik dalam kelas maupun nanti ketika di rumah. Untuk itu cara pengajarannya pun harusyang menarik agar tidak membuat jenuh.





DAFTAR PUSTAKA

Al-Bughury, A.N.A., 2009,
 Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Quran
, (online),http://alauddinalbughury.wordpress.com/2009/11/25/3/, diakses pada tanggal 13 Juni 2009, pukul 15.00.Arlian, R.T., Dkk., 2010,
 Konsep Dasar Belajar Dan Pembelajaran Secara Universal Dan Perspektif  Islam
, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
Baharuddin dan Wahyuni, E.N., 2010,
 Belajar dan Teori Belajar
, Ar-Ruzz Media Group, JogjakartaDimyati dan Mudjiono, 2006,
 Belajar dan Pembelajaran.

1 komentar: