MAKALAH
“KONSEP
BELAJAR MENURUT ISLAM”
METODOLOGI
PEMBELAJARAN
Disusun
oleh:
Akhmad
Soleh
Dosen
Pengampu:
Drs.
H. Damhar Abudapes, MSI
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM BAKTI NEGARA
STAIBN-TEGAL
2012
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
Penulisan
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Nikah Siri
2.2 Landasan Hukum Terkait Catatan Pernikahan
BAB
III ANALISIS
3.1 Nikah Siri Menurut Hukum Negara
3.2 Nikah Siri Menurut Islam
3.3 Pendapat Berbagai Narasumber Mengenai Nikah Siri
3.4 Hal-Hal Positif yang Didapat dari Penyiaran
Pernikahan
BAB
IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran
BAB
I
PENDAHULUAN
KONSEP
BELAJAR MENURUT ISLAM
Latar
Belakang
Konsep adalah gambaran
mental dari obyek, suatu pemikiran, ide, suatu gagasan yangmempunyai derajat
kekongkritan, proses ataupun yang diluar bahasa yang digunakan olehakal budi
untuk memahami hal-hal lain. Sedangkan belajar adalah suatu usaha sadar
yangdilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui
latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor
untuk memperolehtujuan tertentu.Konsep pendidikan Islam yaitu suatu ide atau
gagasan untuk menciptakan manusiayang baik dan bertakwa yang menyembah Allah
dalam arti yang sebenarnya, yangmembangun struktur pribadinya sesuai dengan
syariah Islam serta melaksanakan segenapaktifitas kesehariannya sebagai wujud
ketundukannya pada Tuhan. Dengan cara menanamkannilai-nilai fundamental Islam
kepada setiap Muslim terlepas dari disiplin ilmu apapun yangakan dikaji (Fatih
Syuhud dalam Sidogiri.com)
Pendidikan Dalam Sejarah Islam
Penyelenggaraan
pendidikan dalam lintasan sejarah Islam telah dimulai oleh Rasulullah saw dan
para Khulafa ar-Rasyidin. Rasulullah saw telah menjadikan mengajar baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah
sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar. Pada masa itu nabi
Muhammad senantiasa menanamkan kesadaran padasahabat dan pengikutnya akan
urgensi ilmu dan selalu mendorong umat untuk senantiasamencari ilmu. Hal ini
dapat kita buktikan dengan adanya banyak hadis yang menjelaskantentang urgensi
dan keutamaan (hikmah) ilmu dan orang yang memiliki pengetahuan.Khalifah Umar
bin Khattab, secara khusus, mengirimkan ‘petugas khusus’ ke berbagaiwilayah
baru Islam untuk menjadi guru pengajar bagi masyarakat Islam di
wilayah-wilayahtersebut.Institusi pendidikan Islam yang mulai menggunakan
sistem pendidikan ‘modern’ barumuncul dengan berdirinya Perguruan al-Azhar oleh
Daulat Bani Fatimiyyah di Kairo padatahun 972 M. Pada al-Azhar, selain
dilengkapi dengan perpustakaan dan laboratorium, mulaidiberlakukan sebuah
kurikulum pengajaran. Pada kurikulum al-Azhar diajarkan disiplin-disiplin ilmu
agama dan juga disiplin-disiplin ilmu ‘umum’ (aqliyyah). Ilmu agama yang adadalam
kurikulum al-Azhar antara lain tafsir, hadits, fiqh, qira’ah, teologi (kalam),
sedangilmu akal yang ada dalam kurikulum al-Azhar antara lain filsafat, logika,
kedokteran,matematika, sejarah dan geografi (Al-Bughury, 2009). Pendapat yang
mengatakan bahwa belajar sebagai aktifitas yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia, ternyata bukan berasal dari hasil renungan manusia semata.
Ajaran agama sebagai pedoman hidup manusia juga menganjurkan manusia untuk
selalu malakukan kegiatan belajar.
Dalam Al-Qur’an, kata Al-Ilm dan turunannya
berulang sebanyak 780 kali. Seperti yang termaktub dalam wahyuyang pertama
turun kepada baginda Rasulullah SAW yakni Al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat inimenjadi
bukti bahwa Al-Qur’an memandang bahwa aktivitas belajar merupakan sesuatu
yangsangat penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan belajar dapat berupa
menyampaikan,menelaah, mencari, dan mengkaji, serta meniliti. Secara faktual,
begitu pentingnya ilmu pengetahuan sehingga mewajibkan kepada umat dalam
menuntut ilmu ( belajar),sebagaimana dijelaskan Rosulullah SAW dalam sabdanya :
Artinya : “menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan
perempuan”(HR. IbnuAbdil Bari)Artinya : “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”
Ruang
Lingkup Belajar Menurut islam
Adapun ruang lingkup
pendidikan secara garis besar dalam konsep islam dibagimenjadi 5, yaitu:1.
keimanan2. akhlak 3. intelektual4.fisik 5.psikis
Ciri-Ciri
Belajar
Belajar merupakan
tindakan siswa yang kompleks. Yang hanya dialami oleh siswa itu sendiri.
Tujuan
Belajar
Belajar merupakan
peristiwa sehari-hari di sekolah. Kompleksitas belajar tersebut dapatdipandang
dari dua subjek, yaitu dari siswa dan dari guru. Dari segi siswa, belajar
dialami sebagaisuatu proses. Siswa mengalami proses mental dan menghadapi bahan
belajar. Bahan belajar tersebut berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan,
manusia, dan bahan yang telahterhimpun dalam buku-buku pelajaran. Dari segi
guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang suatu
hal. Belajar merupakan proses internal dan kompleks. Yang terlibatdalam proses
internal tersebut adalah seluruh mental yang meliputi ranah-ranah kognitif,
efektif,dan psikomotorik. Proses belajar yang mengaktualisasikan ranah-ranah
tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu.
Dalam firman Allah SWT
: “Allah niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang
berilmu pengetahuan bertingkat derajat dan Allah mahamengetahui terhadap apa
yang kamu lakukan”.(Qs. Al-mujadalah : 11).
Unsur-unsur Belajar
1.pelaku2.tujuan3.proses4.tempat5.syarat terjadi6.ukuran
keberhasilan7.faedah8.hasilSiswa yang bertindak belajar/pembelajar Memperoleh
hasil belajar/pengalaman hidupInternal pada diri pembelajar Disembarang
tempatlajar Motivasi be yang kuatDapat memecahkan masalahMempertinggi martabat
pribadiHasil beajar sebagai dampak pengajaran
Artinya: ”Hai
orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglahdalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Danapabila dikatakan: "Berdirilah kamu",
maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikanorang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Arti
Penting Belajar menurut Al-Qur’an
Agama islam sangat
menganjurkan kepada manusia untuk selalu belajar. Bahkanislam mewajibkan kepada
setiap orang yang beriman untuk belajar. Perlu diketahui bahwasetiap apa yang
dikerjakan, pasti dibaliknya terkandung hikmah atau sesuatu yang penting bagi
manusia. Beberapa hal penting yang berkaitan dengan belajar antara lain:1.Bahwa
orang yang belajar akan mendapatkan ilmu yang dapat digunakan untuk memecahkan
segala masalah yang dihadapinya di kehidupan dunia2.Manusia dapat mengetahui
dan memahami apa yang dilakukannya karena Allahsangat membenci orang yang tidak
memiliki pengetahuan akan apa yangdilakukannya karena setiap apa yang diperbuat
akan dimintai pertanggungjawabannya. Dengan ilmu yang dimilikinya, mampu
mengangkat derajatnya di mata Allah. Belajar merupakan akibat adanya interaksi
antara stimumulus dan respon. Seseorangdianggap telah belajar sesuatu jika dia
dapat menunjukkan perubahan perilakunya.Menurut teori ini dalam belajar yang
penting adalah input yang berupa stimulus danoutput yang berupa respon. Stimulus
adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa
reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulusyang diberikan oleh guru
tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk
diperhatikan karena tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan
respon.( Anonymous.2010.www.wordpress.com. Konsep Pembelajaran Islami).
Konsep
Strategi Belajar-Mengajar Yang Islami
Strategi
Belajar-Mengajar Menurut Konsep Islami, pada dasarnya sebagai berikut:
1. Proses belajar
mengajar dilandasi dengan kewajiban yang dikaitkan dengan niat ibadah
kepadaAllah.
2. Konsep strategi
belajar mengajar memerlukan kreativitas baik metodologi maupun desain
pembelajaran.
3. Mendidik dengan
ketauladanan yang baik.
4. Membutuhkan
pembiasaan-pembiasaan untuk mencapai hasil yang maksimal.
5. Mengadakan
evaluasi6. Dalam proses pembelajaran belajar-mengajar harus diawali dan
diakhiri dengan do’a.Dalam Al-Quran, cara belajar yang membutuhkan usaha
manusia, sebagaimanadikemukakan ole Najati (2005), dapat melalui
meniru(imitasi), coba-coba (trial and eror), ataumelalui pemikiran dan membuat
konklusi logis.
Sarana
belajar
Manusia diciptakan oleh
Allah dalam keadaan tidak berpengetahuan, namun Allahmembekali manusia dengan
sarana sarana baik fisik maupun psikis, agar manusia dapatmenggunakannya untuk
belajar dan mengembangkan ilmu dan teknologi untuk kepentingandan kepentingan
manusia.
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu
dalam keadaan tidak mengetahui sesuatuapapun, dan dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan dan daya nalar agar kamubersyukur (Qs. An Nahl [16]: 78)
a. Sarana fisik Dalam
Al-Quran diantara indra-indra eksternal, hanya mata dan telinga yang
seringdisebut keduanya merupakan alat yang utama membantu seseorang untuk
melakukankegiatan belajar. Meskipun demikian. Bukan berarti indra eksternal
lainnya seperti pencium, peraba dan perasa tidak mepunyai fungsi dalam kegiatan
belajar karena adakalanya indra-indra tersebut membantu manusia untuk lebih
mudah memahami apa yang mereka pelajari. b. Sarana psikis1) akalAkal dapat
diartikan sebagai daya pikir atau potensi intelegensi. Akal sebagai sarana
psikis belajar dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 78 dengan kata af-idah.
Menurut Quraishshihab af idah berarti ” daya nalar”.2) QalbuQalbu mempunyai dua
arti yakni fisik atau metafisik. Dalam arti fisik adalah Jantung(Heart) berupa
segumpal daging berbentuk lonjong, terletak dalam rongga dada sebelah
kiri.Dalam pengertian non fisik Qalbu iartikan sebagai al-aql (akal), al-lubb (inti;
akal), al-dzakirah (ingatan; mental) dan al-quwwqh al-aqilah (daya pikir).
Sementara dalam kamus Al-Maurid, Qalb nonfisik diartikan sebagai 1) mind
(akal/pikiran), dan 2) secret tought (pikirantersembunyi/rahasia).
Konsep
Belajar Menurut Tokoh-Tokoh Islam
1.
Al-Ghazali
Menurut Al-Ghazali proses belajar adalah usaha
orang itu untuk mencari ilmu karenaitu belajar itu sendiri tidak terlepas dari
ilmu yang akan dipelajarinya. Berkaitan denganilmu, Al-Ghazali berpendapat ilmu
yang dipelajari dapat dari dua segi, yaitu ilmu sebagai proses dan ilmu sebagai
objek.Pertama, sebagai proses, Al-Ghazali megklasifikasikan ilmu menjadi tiga.
Pertamailmu hissiyah (ilmu yang diperoleh melalui pengindraan). Kedua, ilmu
Aqliyah (ilmu yangdiperoleh melalui kegiatan berpikir (akal). Ketiga, ilmu
Ladunni (ilmu yang langsungdiperoleh dari Allah tanpa berfikir dan proses
pengindraan.Kedua, sebagai objek, Al-Ghazali membagi ilmu menjadi tiga macam.
Pertama, ilmu pengetahuan yang tercela secara mutlak baik sedikit maupun banyak
seperti sihir. Kedua,ilmu pengetahuan yang terpuji baik sedikit maupun banyak.
Dan Ketiga, ilmu pengetahuanyang dalam kadar tertentu terpuji tetapi bila
mendalaminya tercela seperti ilmu ketuhanan,cabang ilmu filsafat (Wahyuni dan
Baharuddin, 2010).Menurut Al-Ghazali ilmu terdiri dari dua jenis, yaitu ilmu
kasbi dan ilmu ladunni.Ilmu kasbi adalah cara berfikir sistematik dan metodik
yang dilakukan secara konsisten dan bertahapmelalui proses pengamatan,
penelitian, percobaan dan penemuan. Ilmu Ladunniadalah ilmu yang diperoleh
orang-orang tertentu dengan tidak melalui proses perolehan ilmu pada umumnya
tetapi melalui proses pencerahan oleh hadirnya cahaya ilahi dalam qalbu.Menurut
Al-Ghazali pendekatan belajar dalam menuntut ilmu dapat dilakukan dengan dua pendekatan,
yaitu pendekatan ta’lim insani dan ta’lim rabbani (Wahyuni dan Baharuddin,2010)
2.
Al-Zarnuji
Konsep pendidikan
Al-Zarnuji tertuang dalam karya monumentalnya, kitab ” Ta’limal-Mutallim Thuruq
al-Ta’allum” konsep pendidikan yang dikemukakan antara lain:
1.pengertian ilmu dan
keutamaannya
2.niat belajar
3.memilih guru, ilmu, teman
dan ketabahan dalam belajar.
4.megormati ilmu dan
ulama
5.ketekunan,
kontuinitas, dan cita-cita luhur
6. permulaan dan insensitas belajar serta tata
tertibnya
7.tawakkal kepada Allah
SWT
8.Masa belajar
9.kasih sayang dan
memberi nasihat
10.mengambil pelajaran
11.wara’ (menjaga diri
dari yang syubhat dan haram) pada masa belajar.
12. penyebab hafal dan
lupa
masalah rezeki dan ilmu umur Al-Zarnuji
membagi ilmu pengetahuan dalam empat kategori. Pertama, ilmu Fardhu’ain yaitu
ilmu yang wajib di pelajari oleh setiap muslim individual. Kedua, ilmu fardhu kifayah
yaitu ilmu yang kebutuhannya hanya dalam saat-sata tertentu saja, misalnya
ilmushalat jenazah. Ketiga, Ilmu haram, yaitu ilmu yang haram untuk dipelajari,
seperti ilmunujum. Keempat, ilmu jawas yaitu ilmu yang yang hukum
mempelajarinya boleh karena bermanfaat bagi manusia
.
BAB IIIPENUTUP3.1
Kesimpulan
Menurut perspektif
agama islam, bahwa belajar itu adalah hukumnya wajib bagisetiap umat baik bagi
laki-laki muapun perempuan. Agama islam sangat menganjurkankepada manusia untuk
selalu belajar. Bahkan islam mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk
belajar. Perlu diketahui bahwa setiap apa yang dikerjakan, pasti dibaliknyaterkandung
hikmah atau sesuatu yang penting bagi manusia.3.2
Saran
Untuk membuat
pendidikan ini berjalan lebih baik lagi, para siswa harus meningkatkan
belajarnya dan aktif ketika pelajaran berlangsung. Dan bagi seorang guru harus
menggunakanmetode pengajaran yang lebih baik lagi, ketika pembelajaran
berlangsung. Yang membuatsiswa merasa senang di kelas dan menggugah selera
siswa untuk lebih rajin dalam belajar
baik dalam kelas maupun nanti ketika di rumah. Untuk itu cara
pengajarannya pun harusyang menarik agar tidak membuat jenuh.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Bughury, A.N.A.,
2009,
Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Quran
,
(online),http://alauddinalbughury.wordpress.com/2009/11/25/3/, diakses pada
tanggal 13 Juni 2009, pukul 15.00.Arlian, R.T., Dkk., 2010,
Konsep Dasar Belajar Dan Pembelajaran Secara
Universal Dan Perspektif Islam
, Universitas
Muhammadiyah Malang, Malang
Baharuddin dan Wahyuni,
E.N., 2010,
Belajar dan Teori Belajar
, Ar-Ruzz Media Group,
JogjakartaDimyati dan Mudjiono, 2006,
Belajar dan Pembelajaran.
arsip pribadi
BalasHapus